Program 2 · Upskilling & reskilling kader
Asah Kemampuan Nusantara
Ekosistem pengembangan kemampuan yang menghubungkan pemetaan talenta, pembelajaran, pengembangan karier, dan akses ke kesempatan pendidikan maupun pekerjaan.

Ada anggapan bahwa aktif di HMI berjarak dengan kesiapan profesional, sementara kebutuhan kompetensi berubah lebih cepat daripada siklus kurikulum mana pun.
Kader yang matang secara ideologis sekaligus cakap secara profesional, dengan jalur kecakapan yang mengikuti minat, potensi, dan cita-cita masing-masing.
ASKARA (Asah Kemampuan Nusantara) adalah program strategis HMI untuk memperkuat kesiapan kader menghadapi perubahan kebutuhan kompetensi dan dunia kerja melalui agenda upskilling dan reskilling — wujud paling nyata mesin penggerak Swacipta: memetakan, mengasah, menerapkan, dan memperbarui.
ASKARA berjalan berdampingan dengan perkaderan formal. Latihan Kader membentuk nilai dan cara berpikir, sedangkan ASKARA menyediakan jalur kecakapan yang mengikuti minat, potensi, dan cita-cita profesional setiap kader.
Pemetaan minat, kompetensi, pengalaman, dan karya kader secara nasional — dasar perancangan jalur belajar dan mempertemukan kader dengan kesempatan yang sesuai.
Platform pembelajaran digital untuk literasi data dan AI, ekonomi digital, keterampilan hijau, kewirausahaan, serta kebijakan publik.
Pendampingan karier dari pemetaan minat, penyusunan career pathway, penguatan CV dan portofolio, hingga persiapan kerja — bersama mentor alumni dan profesional.
Pusat informasi beasiswa, magang, pekerjaan, sertifikasi, dan program talenta dari jaringan mitra kampus, industri, pemerintah, dan alumni.
Komunitas berdasarkan bidang minat yang menghubungkan kader dari berbagai cabang — wujud kecerdasan kolektif dalam perkaderan.
Perkaderan dirancang ulang sebagai ekosistem tempat kader, teknologi, dan nilai saling menguatkan. Di LK I kader mengenal AI dan etikanya, di LK II memanfaatkannya untuk kajian, di LK III memahami perannya dalam kepemimpinan dan kebijakan publik — tetap berpijak pada nalar kritis NDP, etika intelektual, dan daya juang.
Mempercepat perjalanan kader dari belajar menuju berkarya. HMI menjadi jembatan yang mempertemukan talenta kader dengan kesempatan, bersama kampus, industri, pemerintah, dan jaringan alumni.
Pembangunan peta talenta, peluncuran platform belajar dengan kurikulum awal, dan pembukaan CDC di tingkat PB.
Perluasan kemitraan magang, beasiswa, dan sertifikasi, serta pembentukan simpul CDC di tingkat Badko.
Penelusuran (tracer study) kader peserta dan penyempurnaan kurikulum berdasarkan hasilnya.
Indikator bersifat indikatif. Angka target ditetapkan setelah pemetaan data awal (baseline) pada fase fondasi.
Peran dalam sinergi
Menghasilkan data talenta dan kompetensi — tempat kader belajar.
Kader yang belajar di ASKARA dapat berkarya di Net Zero Initiative, mengkaji persoalan bersama Jari Pemoeda, dan dinilai secara adil melalui HMI A1.
Bergerak bersama
Naskah ini dipersembahkan sebagai bahan percakapan seluruh keluarga besar HMI. Uji, kritik, dan perkaya gagasannya.
