Program 4 · Ekonomi hijau berbasis masjid & komunitas
Payung Ekonomi Hijau Umat
Wadah yang membawahi dan mengoordinasikan seluruh program ekonomi umat HMI berbasis ekonomi hijau — dengan masjid sebagai medium utama.

Inisiatif ekonomi di lingkungan HMI cenderung berjalan sendiri-sendiri di tiap cabang, berskala kecil, dan sulit berlanjut — padahal transisi menuju ekonomi rendah karbon membuka sektor dan lapangan kerja baru.
Peluang ekonomi dari transisi hijau ikut dinikmati umat di akar rumput, sambil menjaga keberlanjutan alam.
HMI Net Zero Initiative hadir sebagai simpul yang menyatukan arah program ekonomi umat, menghimpun mitra dan sumber pembiayaan, menjaga standar, serta mengukur dampaknya secara nasional.
Masjid menjadi medium utama pelaksanaannya. Rumah ibadah adalah pusat komunitas yang menjangkau hampir setiap lingkungan warga dan mempertemukan jamaah secara rutin. Gerakan ini berpijak pada amanah manusia sebagai khalifah yang memakmurkan bumi tanpa merusaknya.
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia.”
PB menyusun peta jalan ekonomi hijau HMI dan menetapkan kriteria program: berdampak bagi lingkungan, menghasilkan nilai ekonomi, dan melibatkan komunitas.
LPP HMI yang direvitalisasi menjadi inkubator usaha hijau kader dan jamaah: pelatihan, pendampingan bisnis, legalitas, dan akses pasar.
Program dihubungkan dengan pemerintah, lembaga zakat dan wakaf, filantropi, keuangan syariah, perguruan tinggi, dan dunia usaha.
Dampak lingkungan dan ekonomi setiap program dihimpun dengan standar yang sama agar dapat dilaporkan secara kredibel kepada mitra dan publik.
Masjid berenergi surya, efisiensi energi rumah ibadah, dan literasi transisi energi bagi jamaah.
Pertanian perkotaan di lahan masjid, pertanian organik bersama petani binaan, dan ketahanan pangan jamaah.
Warung sampah, pengolahan residu menjadi energi dan produk bernilai, serta usaha daur ulang.
UMKM jamaah dan kader dengan produk ramah lingkungan, ekowisata berbasis komunitas, serta koperasi masjid.
Wakaf produktif untuk proyek hijau, literasi instrumen keuangan hijau syariah, dan akses pembiayaan usaha hijau.
Indonesia menargetkan emisi nol bersih pada 2060. Transisinya membuka sektor baru — energi terbarukan, pangan berkelanjutan, ekonomi sirkular, dan keuangan hijau. HMI dan umat ditempatkan sebagai pelaku transisi, dengan masjid sebagai basis komunitasnya.
Lembaga Pengembangan Profesi (LPP) HMI — khususnya di bidang ekonomi — direvitalisasi sebagai akselerator: tempat ide usaha kader dan jamaah diinkubasi, didampingi, dan dihubungkan dengan pasar serta pembiayaan.
Penyusunan peta jalan, kriteria, dan kemitraan, lalu peluncuran masjid percontohan pada sejumlah cabang untuk klaster prioritas.
Perluasan portofolio, inkubasi usaha hijau melalui LPP, dan replikasi model yang berhasil ke cabang lain.
Penerbitan laporan dampak nasional dan pengukuhan Net Zero Initiative sebagai platform ekonomi hijau HMI lintas kepengurusan.
Indikator bersifat indikatif. Angka target ditetapkan setelah pemetaan data awal (baseline) pada fase fondasi.
Peran dalam sinergi
Arena tempat kader menerapkan kemampuannya dan menghasilkan dampak ekonomi.
Kader yang belajar di ASKARA dapat berkarya di Net Zero Initiative, mengkaji persoalan bersama Jari Pemoeda, dan dinilai secara adil melalui HMI A1.
Bergerak bersama
Naskah ini dipersembahkan sebagai bahan percakapan seluruh keluarga besar HMI. Uji, kritik, dan perkaya gagasannya.
